Namaku Ririn Dwi Agustian,Aku hanyalah seorang lulusan dari sastra Inggris yang kini bekerja menjadi seorang Touring Guide di Yogyakarta.Selama setahun ini aku bertugas khusus untuk mendampingi seorang Turis dari Inggris bernama Diana.
Desir angin di pesisir pantai Parang Tritis terus menerus mengelus lembut rambut pirang nan panjang milik Diana.Gadis Bule yang kini sedang berlibur dan belajar bahasa Indonesia di Jogja ini ternyata sangat menikmati pemandangan yang ia lihat setiap senja menjelang.
Kedamaian selalu ia rasakan saat ia menatap indah matahari yang kini perlahan menghilang diganti dengan pemandangan malam.Ya,Kedamaian yang tidak pernah ia dapatkan di Negeri asalnya,disana ia selalu merasa bahwa agamanya selalu mengajarkan hal hal yang dianggapnya tidak masuk akal.
Aku yang selama 1 tahun terakhir menjadi Touring Guidenya justru merasa heran,mengapa Diana begitu cinta dengan pantai juga pemandangannya?.Karena hampir setiap hari,sesering yang ia bisa,Diana selalu menatap indahnya matahari dengan mata berbinar seakan dia merasakan harapan yang ditorehkan oleh matahari,yang ku yakini ciptaan dari Rabb-Ku.
Pernah sesekali aku bertanya padanya,”Di,Why you always like to look sunshine?are you like it?(mengapa kamu selalu menatap matahari?apa itu karena kamu sangat menyukainya).Tahukah kalian apakah jawaban dari Diana?Bule ini hanya menjawab dengan pertanyaan lagi,”is there any secret in sunshine?I just think that is very interesting sunset where impossible my God create it (apakah di matahari ada rahasia?aku hanya berpikir bahwa ini adalah pemandangan yang sangat menarik,betul betul hal yang tidak mungkin dilakukan oleh Tuhanku).
Ketika mendengar jawaban atau bahkan pertanyaan dari Diana,aku merasa bahwa Diana jauh berbeda dengan Turis turis lainnya,yang hanya ingin mencari keindahan duniawi.Sepertinya jauh di lubuk hati Diana,dia memiliki jiwa seorang muslim yang bisa aku arahkan.Namun,karena setahun yang lalu aku belum begitu mengenalnya,aku pun tidak bisa langsung mengarahkannya,yang aku bisa lakukan adalah mencoba mengerti dan mencoba menjadi temannya selama di Yogyakarta ini.Kebetulan Ijazah Sastra Inggrisku bukan hanya sekedar ijazah,karena alhamdullilah atas izin Rabb-ku aku fasih berbahasa Inggris.Itu mungkin dapat mempermudahku untuk mendekati Diana.
* * *
Diana,Diana,begitu menawannya dia,aku saja yang seorang wanita selalu memuji kecantikannya.Tubuhnya yang tinggi semampai,kulitnya yang putih,membuatku merasa bahwa ia dipenuhi dengan berkah dari Rabb-ku Sang pelukis paling sempurna di jagat raya ini.Entah mengapa Diana Jusru ingin seperti kami orang Indonesia,ia selalu ingin berkulit sawo matang seperti kami.Hingga demi obsesinya itu,ia rela berjemur di pantai hampir seharian.Padahal jika di lihat lagi,banyak sekali orang yang pergi ke salon karena hanya ingin memutihkan kulitnya.Saking terkesimanya aku terus menatapnya yang sekarang justru terheran heran menatapku.
“Why you look at me like that?”(kenapa kamu melihatku seperti itu?)Tanya Diana.Aku yang tersadar dari mengaguminya hanya berkata,”Subhanallah,I just think that you are so beautiful”(Subhanallah,kamu cantik sekali).
Diana sedikit heran dengan kata ‘Subhanallah’ yang baru saja aku lontarkan sebagai kata pujian kepadanya.”what you mean with word Subhanallah?Can you tell me why you say that to me?”(apa maksud kata Subhanallah?bisakah kamu katakan padaku kenapa kamu bicara seperti itu?)
Aku yang bingung harus berkata apa hanya menggaruk jilbab pink yang menutup auratku,Diana pun membaca isyarat ini,dan dia pun mengerti bahwa aku bingung menjelaskan kepadanya.
“Oh,I know,Subhanallah is Islam’s right?”(Oh,saya tahu,Subhanallah itu adalah ajaran dalam islam kan?),”Yes you’re right,but if I say Subhanallah,it because I believe that My God,Allah is Holly,Subhanallah usually say if you see something wonderful and interesting, Are you understand what I mean?”(ya,kamu benar,tapi jika saya berkata Subhanallah,itu berarti bahwa saya percaya Allah itu Suci,Subhanallah juga biasa dikatakan jika kamu melihat sesuatu yang hebat dan menarik,apa kamu mengerti yang saya maksudkan?)
Diana masih sedikit bingung,ia pun bertanya lagi,”But why you say that after you look at me?”(tapi kenapa kamu berkata demikian setelah kamu melihatku?),Aku lantas menjawab,”I say Subhanallah because I believe that you’re in this world because you are my God’s,Allah s.w.t”(Aku bilang Subhanallah karena aku percaya kamu ada dan diciptakan di dunia ini karena kamu adalah buatan Tuhanku,Allah S.W.T)
Diana pun makin kegirangan dengan jawabanku,ia bilang apa yang aku katakan itu hampir sama dengan apa yang ingin dia tanyakan.Tidak heran,karena akhir akhir ini Diana selalu menanyakan banyak hal megenai islam.Mengenai mengapa kami tidak menyembah apa yang ia sembah,atau mengenai mengapa kita harus salat selama 5 waktu dalam sehari,dan juga banyak hal lainnya.
Sambil minum Orange Juice kami berdua mengobrol di tepi pantai Parang Tritis,Ia terus menerus menanyakan segala sesuatu mengenai islam.Bahkan ia bercerita bahwa ia bermimpi melihat Berhala atau tuhan yang ia sembah di bakar dihadapannya,ia bahkan melihat cahaya disana,seperti memberikan jalan baru kepadanya,Cerita ini justru membuatku tersenyum,apakah engkau memang benar benar memberi temanku ini Hidayah-Mu ya Rabb?jika ini memang petunjuk-Mu,maka izinkanlah aku untuk membimbingnya ke Jalan-Mu,Sanubariku terus menerus bertanya pada Rabbku.
“Why you’re smile after hear about my dream?is it funny?”(kenapa kamu tersenyum setelah mendengar mimpiku?apa ada yang lucu?)Sahut Diana,dia menyangka aku menertawakannya.Aku pun buru buru menjawabnya,takut takut Diana tersinggung karena ulahku,”Not like that Di,I just think that your dream is your key to have a new life with a new religion,but it’s up to you,it’s your life,”(bukan seperti itu Di,Aku hanya berpikir bahwa mimpimu adalah kunci untuk mendapatkan kehidupan baru dengan agama yang baru,tapi semuanya terserah kamu,ini adalah hidupmu,)
Diana terlihat memikirkan kata kataku dengan ekspresi yang berbeda,tidak seperti Diana yang biasanya,aku pun sedikit takut,kalau kalau Diana tersinggung dengan apa yang aku katakan.selama satu jam lebih,aku menunggu tanggapan dari Diana,aku menjadi semakin takut karena ekspresi Diana,makin lama makin berbeda.5 menit berlalu setelah satu jam lebih aku menunggu,akhirnya Diana menanggapi apa yang aku katakan.
“Ririn,Can you tutor me to know everything about islam?” (Ririn,bisakah kamu membimbing aku untuk mengetahui segala sesuatu tentang islam?).Betapa bahagianya aku,ketika aku mengetahui bahwa Diana ingin mengetahui lebih banyak mengenai islam,aku tidak menyangka responnya bahkan bisa secepat ini.Tapi,Sepertinya hari hari setelah hari ini akan banyak sekali hal yang harus aku beritahukan kepada Diana.Sebelum ia betul betul mengucapkan syahadat,pertanda ia benar benar islam sejati.
“But,Diana,can you tell me why you choice to return your religion into Islam?”(tapi,Diana,bisakah kamu memberi alasan mengapa kamu memilih pindah ke agama islam?).Ketika ditanya hal itu,gadis pirang ini hanya menjawab “I just afraid if this day won’t come back again to me,”(aku Cuma takut hari ini tidak akan kembali lagi padaku).
Aku jadi semakin heran dengan jawaban Diana,Aku pun bertanya lagi padanya,”What do you mean?I don’t understand,”(Apa maksudmu?aku nggak mengerti).Diana hanya tertawa simpul,”nevermind,I’m just kidding,see you tomorrow”(Cuma bercanda kok,sampai jumpa besok ya,)jawab Diana,sambil berlari meninggalkanku yang masih bertanya Tanya soal perkataan Diana barusan.Ya Rabb,semoga Diana memang tidak menyembunyikan sesuatu dariku.
* * *
Tak terasa sudah 2 minggu semenjak Diana ingin aku membimbingnya.Kegiatanku selama seminggu ini sudah bukan lagi menjadi touring Guidenya,tetapi lebih menjadi tutor dan menjadi temannya Sharing berbagai hal,mengenai islam tentunya.
Diana dan aku kini lebih sering menghabiskan waktu dengan berdiam di Mesjid di Selatan Yogyakarta.Aku kini bertugas membimbingnya mengenal gerakan gerakan dalam salat,juga memberitahukan bacaan bacaan dalam Salat,Sungguh bukan pekerjaan yang mudah,namun Hanya karena Cinta dengan Rabb-Ku aku selalu berusaha untuk membuat Diana menjadi mualaf yang betul betul bisa mengenal agamanya yang baru.
Kesabaran adalah hal paling utama dalam membimbing Diana,Karena banyak hal memang, yang masih harus di ajarkan kepada Diana.Tapi kini aku sedang berusaha mengajarkan Diana berkata Allahu Akbar,subhanallah,Alhamdullilah,serta dzikir dzikir lainnya yang mungkin bisa membuatnya semakin dekat dengan islam,khususnya dengan Tuhannya yang baru,Rabbku.
Instingku mengenai Diana memang benar,dia memang mualaf yang cepat memahami segala sesuatu mengenai islam.Keinginannya yang kuat untuk mendalami agama yang baru dikenalnya membuat segalanya terasa lebih indah.Aku pun menjadi lebih sering membuka dan membaca kembali Al-Quran dan Hadist agar aku bisa menjawab semua pertanyaan Diana mengenai Islam.
Aku ingat,dia pernah menanyakan padaku mengapa Wanita wajib menutupi auratnya.Waktu itu kami berdiskusi bukan di Mesjid yang biasa kami datangi,tetapi di suatu Café tempat turis turis sering kesana.Disana banyak sekali wanita yang berpakaian tak pantas dilihat.Aku pun membacakan salah satu ayat dalam QS An-nissa kepada Diana dan menjelaskan bahwa Wanita wajib menutup auratnya.
Dia bertanya seperti ini,”If women must close her privy,can she get married with man?”(kalau wanita diwajibkan menutup auratnya,bisakah dia menikah?),Sungguh pertanyaan itu betul betul membuatku kagum pada Diana,karena dia betul betul menanyakan hal sekecil apapun kepadaku.Aku pun dengan senang hati menjawab pertanyaannya.”Our God,Allah S.W.T give us couple,so women who close her privy surely have her couple,but no body now when we will get married because it is Allah’s Secret” (Allah S.W.T memberikan kita pasangannya masing masing,walaupun seorang wanita menutup auratnya sekalipun wanita itu pasti mendapatkan pasangannya,tapi tidak ada yang tahu kapan itu,karena itu adalah rahasia Allah S.W.T).
* * *
Sudah hampir sebulan ini sambil membimbing Diana untuk mengetahui tentang islam,aku diam diam mencari orang yang tepat untuk bisa mengislamkan Diana,tentu saja yang sesuai dengan ekonomiku.Karena ini adalah hadiah dariku untuk kerja keras Diana selama satu bulan ini.Pencarianku berakhir hingga ke Bandung,Di kota terbesar kedua selain Jakarta ini aku mendapatkan info bahwa ada seseorang bernama Miftah Farid yang sudah biasa mengislamkan seorang mualaf.
Aku pun berusaha menemuinya dan menceritakan segala sesuatu mengenai Diana.Aku kira orang sibuk seperti Beliau mungkin tidak bisa meluangkan waktunya untukku.Tetapi justru beliau menyuruhku segera membawa Diana ke Bandung.
Setelah kembali ke Yogyakarta,justru berita buruk yang aku terima.Rina,teman kerjaku memberitahuku satu hal mengenai Diana.”Rin,Diana masuk Rumah Sakit,katanya keadaannya kritis,dia juga manggil manggil nama kamu,cepatlah kesana,”Rina dengan nada medok jawanya kini menyampaikan kabar yang membuatku seakan terhenyak,saking kagetnya mendengar kabar ini.
Tanpa pikir panjang,aku bergegas berlari menuju rumah sakit,aku benar benar khawatir tentang keadaan Diana.Ada sekelumit bayangan buruk soal Diana,tapi aku benar benar takut membayangkannya.
Sesampainya disana,aku kini hanya bisa menatap tubuhnya dari balik kaca ruang ICU,benar kata Rina,keadaan Diana benar benar Kritis.Dokter Rizal,yang ternyata adalah Dokter yang selama setahun terakhir didatangi oleh Diana,adalah Spesialis penyakit kelamin.Yang menyebutkan bahwa semenjak kecil Diana adalah anak yang mengidap HIV/AIDS.Semua itu karena ayah dan ibunya mengidap penyakit serupa,di Inggris pun Diana di titipkan di sebuah rumah sakit dan ia bahkan tidak pernah bertemu dengan kedua orangtuanya,karena keduanya meninggal ketika umur Diana 2 tahun.
“Saya harap kamu berusaha gembira di depannya,karena dia selalu cerita bahwa raganya terus bersemangat ketika ia mulai mengenal islam dari kamu,makanya saya mohon,saat ia sadar,jangan sampai kamu kelihatan sedih,”Dokter Rizal mengakhiri ceritanya dengan beberapa nasehat yang ditujukan untukku.
* * *
Raga ini sepertinya tidak kuat,ketika aku mendengar kenyataan dari Dokter Rizal soal penyakit Diana.Yang bisa aku lakukan hanya berdoa,ya hanya berdoa.Entah sadar atau tidak langkahku terus menerus menuju mushola rumah sakit tak jauh dari sana.Ku ambil wudhu dan bergegas salat Maghrib.
Salat di malam itu sepertinya lain sekali,aku merasa seperti waktu terus berulang,ketika aku mengajari Diana untuk Salat.
“Ya Rabb,Apakah ini memang takdirMu?mempertemukan aku dengan Diana,yang awalnya tidak tahu soal islam,dia bertemu denganku,menjadi temanku,dan kau tahu kan,dia belum sah memeluk agamaMu tanpa mengucapkan 2 kalimat syahadatMu,lalu apa yang harus aku lakukan?aku tidak mau orang seperti dia masuk ke nerakaMu ya Rabb,Apa yang harus aku lakukan?”Tetesan air mataku rasanya tidak cukup untuk melambangkan kegundahanku saat itu.
Tiba tiba dari belakangku ada suster yang menghampiriku,”Mbak,non Diana sudah sadar,dia mencari Mbak,”Suster itu pun pergi meninggalkanku yang masih dibalut mukena.Tak tahu kenapa aku sungguh ingin bertemu dengan Diana.Lorong demi lorong aku lewati tanpa memperdulikan orang orang di sekelilingku.
Sesampainya disana,aku mencoba tersenyum,walau itu sulit bagiku.Berpura pura tidak terjadi apapun,rasanya itu aneh sekali.”are you worried about me,Ririn?,Don’t worry I always like this,”(apa kamu mengkhawatirkanku Ririn?,Jangan khawatir aku selalu seperti ini,),wajah Diana pucat sekali,aku pun tak kuasa pura pura tersenyum dibalik kesedihannya.
“it’s because my parent,I was 5 years old when I knew that I was HIV.I always pray to church,but my God just look at me without doing anything,so I don’t believe about My God anymore”(ini semua karena orangtuaku,aku baru berumur 5 tahun waktu aku tahu aku mengidap HIV,aku selalu pergi ke gereja untuk berdoa,tapi tuhanku hanya diam melihatku tanpa melakukan apapun,sejak saat itu aku tidak percaya bahwa patung patung itu adalah tuhanku)Diana kembali mengenang masa lalunya,sambil meneteskan air mata.
Diana kini berusaha berbicara walau terbata bata,”Until I meet with you,I find my true life,you’re my true friend who give me know about Islam,if I have more time,I want to know more,and more about islam,but……” (sampai aku bertemu kamu,aku menemukan kehidupan sejatiku,kamu memang teman sejati yang memberi pengetahuan banyak mengenai islam,kalau saja aku punya banyak waktu,mungkin aku ingin tahu lebih dan lebih banyak lagi tentang islam,tapi…..”
“But why?you can do everything,because you’re strong,you’re strong,”(tapi kenapa?kamu bisa melakukan apapun,karena kamu kuat,kamu kuat)Jawabku menghiburnya.Tapi sepertinya Diana tahu bahwa aku hanya menghibur saja.
“Don’t lie to me again,my time in this world maybe just two or maybe three day,but if you can help me to say syahadat,I will be more happy,can you help me,Ririn?”(jangan bohong lagi,waktuku di dunia ini mungkin Cuma 2 atau 3 hari,tapi jika kamu mau membantuku untuk mengucapkan 2 kalimat syahadat,aku akan merasa sangat senang)
Atas permintaan Diana,akhirnya aku mau memegang tangannya,membimbingnya untuk mengucapkan 2 kalimat syahadat dan membantu untuk menjadi seorang mualaf.Aku tidak terlalu mahir dalam hal ini,tetapi karena Diana hanya ingin aku yang membimbingnya,aku pun akhirnya menyetujuinya.aku membimbingnya sedikit demi sedikit dan dengan suara yang lemas tetapi yakin,Diana mengucapkan 2 kalimat syahadat dengan lancar,tanpa pengulangan satu kali pun.Betul betul hal yang menggembirakan.
“you’re Moslem now,are you happy ,Diana?”(kamu muslim sekarang,apa kamu senang Diana?).Aku lihat dia tertidur sambil tersenyum,mungkin raganya memang membutuhkan istirahat,aku pun memeluknya dan berusaha meyakinkan diriku kalau dia baik baik saja.
Tapi entah kenapa sekujur tubuh Diana dingin,tak ada kehangatan pertanda kehidupan lagi,Ya Rabb,apakah ini takdirMu?Ya Rabb semoga Diana memang telah Kau islamkan,agar ia tak menderita lagi.
Kepergian seseorang seperti Diana sepertinya sangat disayangkan,coba saja orang seperti Diana bisa terus bermunculan di Dunia ini,aku yakin islam akan kembali berkibar,dan takkan ada lagi yang berkata bahwa islam adalah agama yang pantas di jajah.
TAMAT